Selasa, 23 Desember 2008

MENANTI CINTA


Cinta itu seperti seseorang yang menunggu BIS. Sebuah bis datang, dan kau

bilang "wah...terlalu penuh, nggak bisa duduk nih! Aku tunggu bis berikutnya

saja, Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,"Aduh

bisnya sudah tua dan jelek begini.... nggak mau ah...."

Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewati

begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, kondisinya masih bagus,

tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan", maka kamu

membiarkan bis keempat pergi. Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa

kamu bisa terlambat pergi kuliah. Ketika bis kelima datang, kamu langsung

melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.

Bis tersebut jurusannya bukan menuju kampusmu!!!

Pesan Moral:

Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar "ideal" untuk menjadi

pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan

kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk "calon", tapi tidak ada

salahnya juga memberi kesempatan kepada bis yang berhenti di depan kita

(tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).

Apabila ternyata memang "bis" itu tidak cocok, kita masih bisa berteriak,

"Kiri" dan keluar dari bis. Maka memberi kesempatan pada "bis",semuanya

bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus "jalan kaki menuju

kampus" dalam arti meneruskan hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi

Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar menemukan bis yang "kosong

masih baru, dan ber-AC, dan tentunya sejurusan", kita harus berusaha sekuat

tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk ke dalamnya, karena

menemukan bis seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan

sangat berarti, tapi tidak semua orang yang mendapatkannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar